TNI Dan Polri

Kegembiraan Masyarakat Desa Penghujung Negeri Sambut Kegiatan TMMD ke-111 Kodim 1202/ Skw

 

Bengkayang, Kalbar, Bernas Jakarta.ID – Wajah Sumringah, senyum ramah dari warga desa Sentangau Jaya, kecamatan Seluas kabupaten Bengkayang provinsi Kalimantan Barat.saat menyambut kedatangan dari anggota Satgas TMMD ke-111 Kodim 1202/Skw. kala itu saat dimulainya kegiatan TMMD di desanya.

Kegaiatan TMMD yang dilaksanakan selama 30 hari mulai tanggal 15 Juni 2021 sampai dengan 15 Juli 2021 yang akan datang diharapkan selesai tepat pada waktunya sehingga hasilnya bisa dirasakan oleh masyarakat setempat. Kegiatan TMMD ke-111 dengan mengambil tema, “TMMD WUJUD SINERGI MEMBANGUN NEGERI,”

Desa Sentangau, kecamatan Seluas, kabupaten Bengkayang, merupakan desa yang tidak jauh dari daerah perbatasan RI-Mly tersebut butuh sentuhan pembangunan baik secara fisik maupun non fisik.

Desa sentangau Jaya yang terdiri dari 3 dusun, yaitu dusun Tri mulya, dusun Bukit Sangge dan dusun Tri Daya Makmur kini mendapatkan kehadiran pembangunan dari TNI melalui kegiatan TMMD.

Kegembiraan masyarakat desa Sentangau tersebut terlihat jelas saat di desanya yang menjadi tempat sasaran kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-111.

Ketika saat itu jauh sebelum TNI anggota Satgas TMMD hadir, begitu sunyi desa Sentangau, harapan akan hadirnya pembangunan begitu menyeruak, serasa kerinduan masyarakat terobati begitu desanya mendapatkan kehadiran anggota Satgas TMMD ke-111 tersebut.

Kerinduan akan pembangunan akan segera terobati dikarenakan selama satu bulan penuh desa Sentangau akan mendapatkan kegiatan fisik dan non fisik dari TMMD.

Saat ini sudah memasuki H +8 anggota Satgas TMMD ke-111 Kodim 1202/Skw melaksanakan kegiatan di desa Sentangau, sebuah desa yang berada dipinggiran batas negeri tersebut.

*Sasaran Kegiatan Fisik*

Pembangunan jalan rabat Beton dengan ukuran P 350 m x L 4 m, pembangunan jalan rabat beton ukuran P 280 m x L 4 m, kemudian pembangunan jembatan dengan ukuran P 3 m x L 4 m 1 unit, kemudian pembangunan jembatan dengan ukuran P2mxL6mxT2m 1 unit, ditambah lagi pembangunan jembatan Box culvert 2 unit dengan ukuran P 4 m x L 1 m, kemudian pembuatan pagar gereja kristoforus dengan volume Panjang keliling 158 m dan tinggi 1,2 m.

Bahu membahu anggota Satgas TMMD bersama masyarakat desa yang penuh semangat melakukan kegiatan bersama merakit satu demi satu besi untuk membangun sebuah jembatan penghubung dari dusun Trimulya menuju dusun Sangge di desa Sentangau Jaya.

Cucuran keringat, teriknya sinar mentari disiang hari tidaklah mematahkan semangat dari para pekerja, baik itu dari anggota Satgas TMMD maupun warga setempat.

Seperti disampaikan Bapak Danrem 121/Abw Brigjen TNI Ronny, melalui Kapenrem 121/Abw Mayor Inf Supriyono pada Rabu (23/6/2021) bahwa saat ini anggota Satgas TMMD ke-111 Kodim 1202/Skw sedang berjibaku pantang menyerah melakukan kegiatan di desa Sentangau.

Ia pun ungkapkan bahwasanya, melalui laporan dari Dansatgas TMMD Ke-111 Letkol Inf Condro Edi Wibowo menyampaikan, kegiatan ini harus tercapai semaksimal mungkin, guna mengejar tergat dalam pengecoran pembangunan jembatan.

Bapak Aloysius dirinya selaku kepala desa Sentangau dengan adanya pembangunan di desanya dan juga merasa bersyukur dengan adanya kegiatan TMMD ke-111 Kodim 1202/Skw di desanya.

“Saya selaku kepala desa mewakili seluruh masyarakat di desa Sentangau menghaturkan beribu-ribu terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang telah berjuang keras untuk membangun jembatan penghubung di desa ini,” ujarnya.

Diceritakan oleh Bapak Aloysius bahwa, dirinya tidak pernah menyangka jika jembatan penghubung antara dusun Trimulya menuju dusun Sangge dibangun oleh TNI melalui kegiatan TMMD ke-111.

“Jika jembatan ini dibangun menggunakan anggaran dana desa waduh sampai kapan bisa terwujud karena keterbatasan anggaran dana desa, terlebih saat ini sedang pandemi covid-19 tentu saja terdapat banyak pemangkasan,” kata pak Aloysius.

Kembali menurut keterangan Bapak Danrem 121/Abw melalui Kapenrem 121/Abw Mayor Inf.Supriyono dirinya menyampaikan, semua kegiatan TMMD ke-111 di wilayah kabupaten Bengkayang, Kodim 1202/Skw tersebut dilaksanakan sesuai protokol kesehatan.

Saat seluruh masyarakat Indonesia serta khususnya masyarakat desa Sentangau, kecamatan Seluas, kabupaten Bengkayang sedang menghadapi tantangan dari pandemi covid-19 tentu hal ini menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi.

“Seluruh anggota Satgas TMMD ke-111 sebelum diberangkatkan ke tempat tugas seluruhnya sudah melalui screning, guna memastikan bahwa mereka sehat, serta negatif Covid 19,” terang Kapenrem.

Selain itu tanpa disangka ternyata anggota Satgas TMMD ke-111 Kodim 1202/Skw, juga sedang melaksanakan kegiatan pembuatan pagar Gereja Santo Kristoforus, di dusun Trimulya, desa Sentangau.

Membaur bersama masyarakat di desa itu, secara gotong-royong bahu membahu tanpa kenal lelah anggota Satgas TMMD ke-111 mulai dari persiapan material bangunan juga sedikit demi sedikit susunan batu bata mulai terlihat.

Begitulah terlihat kompaknya anggota TNI bersama masyarakat desa Sentangau sebagai perwujudan dari kemanunggalan TNI bersama rakyat.

“Mewakili seluruh komponen dan anggota Satgas TMMD ke-111 Kodim 1202/Skw inilah implementasi dari TNI kuat bersama rakyat,” papar Kapenrem 121/Abw.

*Sasaran Kegiatan Non Fisik TMMD ke-111*

kegiatan non fisik sangatlah penting untuk menunjang keberhasilan program TMMD kali ini.

Tentu saja dengan dilaksanakan penyuluhan ataupun sosialisasi untuk memberikan wawasan terhadap warga desa Sentangau Jaya kecamatan Seluas kabupaten bengkayang.

Dijelaskan oleh Kapenrem 121/Abw berbagai macam jenis kegiatan non fisik tentu saja hal ini sebagai salah satu sarana komunikasi sosial (Komsos) TNI dalam hal ini anggota Satgas TMMD kepada masyarakat.

Sasaran non fisik seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, Kamtibmas, hukum dan HAM, tentang bahaya narkoba dan miras, gerakan masyarakat hidup sehat (Gernas Sehat).

“Selain itu penyuluhan generasi berencana, pemakaian kontrasepsi jangka panjang sebagai upaya pengendalian kelahiran, juga tidak kalah penting penyuluhan tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sebagai antisipasi menghadapi musim kemarau,” jelasnya melanjutkan.

Masih berkaitan dengan sasaran non fisik lainnya dia juga jelaskan bahwa, dibidang pertanian seperti penyuluhan syarat tumbuh tanaman jagung, budidaya tanaman kedelai juga sosialisasi langit biru dan cuka kayu.

“Penyuluhan tentang pencegahan dan pengendalian Covid-19, sosialisasi new normal, serta jaringan pengaman sosial,” imbuhnya.

Dibidang kesehatan sosialisasi pencegahan bahaya stunting, selain itu ternyata ada sosialisasi tentang rekruitmen warving Prajurit TNI AD.

*Tanggapan Masyarakat*

Tak sepatah kata yang mampu diuraikan oleh masyarakat desa Sentangau kepada TNI, haru, penuh rasa syukur sedikit demi sedikit tampak perubahan baik secara insfratruktur jalan, tempat ibadah, serta fasilitas umum (Fasum) lainnya.

Mungkin tidaklah suatu hal yang berlebihan pujian, apresiasi dari masyarakat desa Sentangau kepada TNI dalam hal ini Satgas TMMD ke-111 Kodim 1202/Singkawang.

Semua ini tidaklah berlebihan demikian apresiasi kepada anggota Satgas TMMD dari Bapak Saripudin dirinya yang selaku kepala dusun Bukit Sangge.

“Jalan rabat beton sudah mulai tampak perubahan yang terlihat, kemudian jembatan penghubung dusun Trimulya ke dusun Bukit Sangge sudah tampak, belum lagi sarana kesehatan, sarana Ibadah,” kata Bapak Saripudin dengan mata berkaca-kaca, penuh rasa haru dan bahagia.

Begitu juga dengan Bapak Herkulanus Aca selaku kepala dusun Trimulya berdecak kagum dengan kecepatan dan kesigapan dari TNI dalam hal ini Satgas TMMD.

“Wah hebat bapak-bapak TNI ini yang selama ini saya ketahui bahwa anggota TNI mahir di medan perang, eh ternyata jago juga dalam bekerja secara fisik seperti pembangunan insfratruktur jalan, jembatan, bangunan,” kata Bapak Herkulanus Aca.

Dusun Bukit Sangge menuju dusun Trimulya nampak mulai terlihat berubah, anak-anak sebagai generasi penerus bangsa ini riang gembira melihat perubahan di desa yang melahirkannya.

Belum lagi dusun Tri Daya Makmur juga tidak ketinggalan disentuh oleh kegiatan fisik maupun non fisik dari anggota Satgas TMMD, begitu gembira melihat perubahan ini yang tidak pernah mereka sangka.

Inilah anak-anak generasi penerus bangsa Indonesia yang diam di ujung negeri, semakin nyata dan tumbuh kecintaan mereka terhadap bumi Pertiwi.(Aldy/Red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button